Diawali dengan " Bismillahirrohmanirrahim.."

The Science without Religion is blind,
The Religion without science is lame"

muhammadfahriapriyanto.blogspot.com
“Lima hal ini (waktu muda, masa sehat, masa luang, masa kaya dan waktu ketika hidup) barulah seseorang betul-betul mengetahui nilainya setelah kelima hal tersebut hilang.”
(At Taisir Bi Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/356)

YUK.. BROWSING SAMBIL BELAJAR...

Selasa, 02 Juni 2015

Agar Ramadhan Tidak sia-sia

Tema               : Agar Ramadhan Tidak sia-sia
Pemateri          : Ust. Oemar Mitha,Lc.
Tempat            : Masjid Al-hidayah PT.Hitachi Power Systems Indo
Waktu             : 2 Juni 2015

Ringkasan                           :
*        Mukaddimah
·      Kendaraan kelapangan hidup adalah dengan Syukur dan Sabar
Sabar dan syukur itulah adalah kendaraan kelapangan hidup untuk mendapatkan ridho nya Allah.
·      Barangsiapa seorang  hamba oleh Allah disibukkan waktunya dalam ketaatan, maka hamba tersebut adalah hamba yang telah mendapatkan keberkahan waktu yang telah Allah berikan kepadanya.
·      Imam Nawawi             : “Allah jika sudah cinta/ridho kepada seorang hamba maka hamba tersebut setiap harinya akan disibukkan dalam ketaatan / ibadah.” Hamba tersebut akan selalu dimudahkan jalan untuk ibadah.
·      Imam Syaukani, ra     : Kenapa bulan puasa diberi nama dengan Ramadhan adalah karena menilik 2 sisi :
1.    Karena bulan puasa di bulan ramadahan oleh  Allah matahari diperintahkan bersinar lebih terik/panas (untuk menjadi ujian.)
2.    Karena bulan puasa mampu menghilangkan/ membakar dosa-dosa kita dan kemaksiatan kita sebagaiman sampai dibakar oleh api. Ingatlah bahwa, keutamaan keutamaan bulan lain itu besar, tetapi tidak akan mampu mengalahkan keutamaan bulan ramdhan. inilah sebabnya bahwa betapa besarnya keutamaan amalan dibulan Ramadhan. Sampai sampai Allah tidak menyebutkan besarnya pahala amalan dibulan ramdhan karena begitu besarnya keutamaan amalan dibulan ramdhan sampai sampai Allah tidak sebutkan bilangan besarnya dibulan ramadhan..( Dengan satu catatan bahwa ramdhan kita diterima oleh Allah.)
·      Para ulama sependapat bahwa Ramadhan adalah Madrasah besar yang telah diberikan kepada kita, maka madrasah itu memiliki murid, dan murid itu pasti melahirkan 2 alumni :
1.       Alumni ramadhan yang berhasil / bertaqwa, dan
2.       Alumni ramadhan yang gagal
(Pertanyaannya adalah alumni yang seperti apakah kita nanti)

·      Hadist dari Ibn. Majjah “Berapa banyak seorang hamba yang mendapati kesempatan ramadhan itu hanya mendapati rasa lapar dan dahaga..”
·      Siapakah orang yang celaka itu ? Hadist riwayat ahmad, Rasulullah ketika naik hendak berkhutbah nabi berkata “.... Amin, ... Amin, ... Amin”
Sahabat berkata, ya Rasul apa yang engkau amini.. Rasul  menjawab bahwa “Aku ini telah mengaminkan doa dari malaikat Jibril :
Sahabat berkata : apa yang engkau aminkan doa malaikat Jibril.
Rasul berkata :
1.       Celaka seorang anak yang jika menjumpai orang tuanya sudah tua renta (sepuh) tetapi ia tidak mendapatkan syurga.
Pintu syurga terbuka lebar ketika kita menjumpai orang tua kita sudah tua renta, karena terdapat kebaikan yang berpahala besar ketika anak tersebut berbakti pada saat orang tuanya sudah tua renta. Bahkan sabarnya kita karena mengurus orang tua yang sudah tua renta itu berpahala, ini baru sekedar bersabar lho..
2.       Celaka seorang umat jika diberi kesempatan mendapatkan bulan ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah.
Ini adalah umat yang celaka setelah bulan ramadhan tetapi Allah tidak mengampuni dosa-dosanya.
3.       Celaka orang yang jika disebutkan nama Muhammad tetapi ia tidak bersholawat.


*        Nasihat – nasihat dari ulama untuk  menjalani bulan ramadhan agar tidak sia-sia :
1.       Mempersiapkan ramadhan dengan ilmu
Sabda Rasul : Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang alim dunia (pintar ilmu dunia) namun jahil urusan akherat (Bodoh ilmu agamanya). Ilmu adalah syarat diterimanya amal.
Didalam suat Al-ghasiyah : “Berapa banyak orang yang beramal dalam kepayahan dan keletihan justru mendapatkan neraka yang menyala nyala kelak diakherat”.
Ali bin Abi Thalib berbicara tentang ayat ini bahwa : Orang yang beribadah kepada Allah tetapi tidak menggunakan ilmu maka sesungguhnya ibadah yang ia kerjakan sia-sia dihadapan Allah karena mengerjakannya tanpa ilmu. Ini menunjukkan betapa besar kedudukan ilmu untuk beribadah.
Tidak diterima suatu amalan jika tidak berilmu.
Oleh karena itu marilah kita membaca kembali kitab kitab kita tentang fiqih Ramadhan :
Contoh ramadhan dengan ilmu :
·         Ketika berbuka puasa
Ketika berbuka puasa orang tidak berilmu adalah ia akan menghadirkan buanyak makanan dan minuman dihidangkannya, makan kenyang à lalu sholat, dan yang ibu ibu pergi ke dapur lalu mencuci piring.
Ketika berbuka puasa orang berilmu adalah
<berbuka ala Rasul> ketika mendengar adzan ia akan Minum air putih dan berdoa puasaà makan kurma ganjil  setelah selesai à dan berdoa  à lalu pergi kemasjid.(karena doa diwaktu berbuka puasa adalah mustajab)
Sabda Rasul : ada 3 doa yang mustajab adalah : 1. Doanya orang musafir 2. Doanya orang terdzalimi dan 3. Doanya orang ketika berbuka puasa.
·         Ketika shalat tarawih
Orang yang berilmu : Barangsiapa yang salat tarawih dan witir bersama imam maka pahalanya seperti shalat semalam suntuk.
Orang yang tidak berilmu          : Shalat tarawih tetapi witirnya dirumah (ini tidak disalahkan, tetapi ia tidak sadar dan kelewatan 1 keutamaan bahwa Barangsiapa yang shalat tarawih dan witir bersama imam maka pahalanya seperti shalat semalam suntuk.)
Sederhana tetapi ini membedakan orang yang berilmu dan tidak.
·         Sahalatnya Bagi perempuan yang lebih afdol
Sabda rasul, “yang paling afdol shalat tarawihnya seorang perempuan adalah didalam rumah.”
Sabda rasul, bahwa Shalatnya wanita dalam ruangan lebih kecil lebih afdol jika didalam ruangan yang lebih besar didalam rumahnya.
Tetapi tidak boleh melarang jika ada seorang perempuan yang ingin shalat diluar rumah.
·         Orang yang berilmu mengetahui 1/3 malam terakhir adalah Allah turun ke langit dunia ini/bumi, beristighfar yang banyak, sebaik-baiknya baca Alquran diwaktu tersebut. Jika orang yang berilmu dan mengetahui akan hal ini maka ia akan memanfaatkan 1/3 malam terkahir dengan membaca alquran.
Berbeda jika dengan orang yang tidak berilmu maka yang akan ia lakukan adalah di 1/3 mala terakhir ia akan menonton TV dengan keras dan melihat tontonan yang tidak ada manfaatnya. (1/3 malam ramadhan hari ini hancur karena masyarakat diracuni oleh media acara acara yang tidak bermanfaat)
Ini jelas orang tidak berilmu kehilangan kesempatan 1/3 malam untuk mendapatkan ampunan Allah.
·         Sabda nabi : barangsiapa yang sholat shubuh berjamah kemudian dia tidak langsung pulang kerumah, dia duduk dan Berdzikir / Baca Alquran kemudian sampai matahari terbit (Thuluq / Syuruq),kemudian dia bangun kemudian shalat 2 rakaat (Shalat Syuruq / dhuha) maka ia mendapatkan pahala umrah secara sempurna.
·         Boleh memakai obat tetes mata karena untuk pengobatan.
·         Boleh mandi ditengah hari <jika mersa sangat panas pada hari tersebut>
·         Boleh mencium isti / suami disiang hari.


2.       Perbanyaklah berdoa supaya disampaikan kepada bulan Ramadhan
·         Perlu kita sadari bersama bahwa, setiap tiap yang berjiwa pasti mati. Kita pun tidak pernah mengetahui kapan kematian itu datang. Oleh sebab itu maka kita berdoa agar bisa menjumpai bulan Ramadhan agar disampaikan sebelum kematian kita datang.
·         Sabda Nabi : “ Kematian itu lebih dekat daripada tali sandal kita”
·         Mudah-mudahan atas niat kita dari jauh jauh hari sebelumnya agar bisa menjumpai bulan Ramadhan, tetapi ketika ajal mendahului kita sebelum Ramadhan, mudah-mudahan Allah telah mencatatkan amalan niat kita dibulan Ramadhan, meskipun kita sudah mati sebelum bulan Ramadhan. ( Inilah salah satu nikmatnya Niat)
·         Salah satu Do’a – do’a dari Salafus Shalih adalah 6 bulan sebelum Ramadhan agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan ini dikarenakan keberkahan bulan Ramadhan bagi umat muslim.
Diantara doanya adalah :
Ya Allah selamatkan aku sampai bulan Ramdhan, hantarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amalanku nanti dibulan Ramdhan.
Bayangkan, 6 bulan sebelum Ramadhan para Salafush Shalih sudah berdoa agar disampaikan kepada bulan Ramadhan.
Bagaimanakah dengan kita ??

3.       Mempersiapkan ketaatan sebelum Ramadhan
4.       Senantiasa meniatkan dan menabung untuk ibadah maliyah dibulan Ramadhan
5.       Mempersiapkan & Meniatkan Khatam quran dan i’tikaf
6.       Memperbanyak do’a agar Ramadhan  kita diterima Allah.

Selasa, 31 Maret 2015

Urutan ke-51 : `UMAR IBN AL-KHATTAB ( ± 586 SM -644 SM)



Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Urutan ke-51 : `UMAR IBN AL-KHATTAB ( ± 586 SM -644 SM)

Sebuah mesjid di Kairo diberi nama "Mesjid Umar ibn al-Khattab"

`Umar Ibn al-Khattab adalah khalifah kedua, dan mungkin terbesar dari semua khalifah Islam. Dia sejaman namun lebih berusia muda ketimbang Nabi Muhammad. Dan seperti juga Muhammad, dia kelahiran Mekkah. Tahun kelahirannya tidak diketahui, tetapi menurut taksiran tahun-586.

Asal-muasalnya `Umar Ibn al-Khattab merupakan musuh yang paling ganas dan beringas, menentang Muhammad dan Agama Islam habis-habisan. Tetapi, mendadak dia memeluk agama baru itu dan berbalik menjadi pendukung gigih. (Ini ada persamaannya yang menarik dengan ihwal St. Paul terhadap Kristen). `Umar Ibn al-Khattab selanjutnya menjadi penasihat terdekat Nabi Muhammad dan begitulah dilakukannya sepanjang umur Muhammad.

Tahun 632 Muhammad wafat, tanpa menunjuk penggantinya. Umar dengan cepat mendukung Abu Bakr sebagai pengganti, seorang kawan dekat Nabi dan juga mertua beliau. Langkah ini mencegah ada kekuatan dan memungkinkan Abu Bakr secara umum diakui sebagai khalifah pertama, semacam "pengganti" Nabi Muhammad. Abu Bakar merupakan pemimpin yang berhasil tetapi beliau wafat sesudah jadi khalifah hanya selama dua tahun. Tetapi, Abu Bakr menunjuk `Umar jadi khalifah tahun 634 dan memegang kekuasaan hingga tahun 644 tatkala dia terbunuh di Madinah oleh perbuatan seorang budak Persia. Di atas tempat tidur menjelang wafatnya, `Umar menunjuk sebuah panita terdiri dari enam orang untuk memilih penggantinya. Dengan demikian lagi-lagi kesempatan adu kekuatan untuk kekuasaan terjauh. Panitia enam orang itu menunjuk `Uthman selaku khalifah ke-3 yang memerintah tahun 644-656.

Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun `Umar itulah penaklukan-penaklukan penting dilakukan orang Arab. Tak lama sesudah `Umar pegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Arab menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636), pasukan Arab berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641, pasukan Arab telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Arab menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.

Penyerangan Arab terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum `Umar naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Arab terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637, terjadi di masa kekhalifahan `Umar. Menjelang tahun 641, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Arab. Dan bukan cuma itu: pasukan Arab bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642) mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya `Umar di tahun 644, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tatkala `Umar wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mendesak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara.

Sama pentingnya dengan makna penaklukan-penaklukan yang dilakukan `Umar adalah kepermanenan dan kemantapan pemerintahannya. Iran, kendati penduduknya masuk Islam, berbarengan dengan itu mereka memperoleh kemerdekaannya dari pemerintahan Arab. Tetapi Suriah, Irak dan Mesir tidak pernah peroleh hal serupa. Negeri-negeri itu seluruhnya di-Arabkan hingga saat kini.

`Umar sudah barangtentu punya rencana apa yang harus dilakukannya terhadap daerah-daerah yang sudah ditaklukkan oleh pasukan Arab. Dia memutuskan, orang Arab punya hak-hak istimewa dalam segi militer di daerah-daerah taklukan, mereka harus berdiam di kota-kota tertentu yang ditentukan untuk itu, terpisah dari penduduk setempat. Penduduk setempat harus bayar pajak kepada penakluk Muslimin (umumnya Arab), tetapi mereka dibiarkan hidup dengan aman dan tenteram. Khususnya, mereka tidak dipaksa memeluk Agama Islam. Dari hal itu sudahlah jelas bahwa penaklukan Arab lebih bersifat perang penaklukan nasionalis daripada suatu perang suci meskipun aspek agama bukannya tidak memainkan peranan.

Keberhasilan `Umar betul-betul mengesankan. Sesudah Nabi Muhammad, dia merupakan tokoh utama dalam hal penyerbuan oleh Islam. Tanpa penaklukan-penaklukannya yang secepat kilat, diragukan apakah Islam bisa tersebar luas sebagaimana dapat disaksikan sekarang ini. Lebih-lebih, kebanyakan daerah yang ditaklukkan dibawah pemerintahannya tetap menjadi Arab hingga kini. Jelas, tentu saja, Muhammadlah penggerak utamanya jika dia harus menerima penghargaan terhadap perkembangan ini. Tetapi, akan merupakan kekeliruan berat apabila kita mengecilkan saham peranan `Umar. Penaklukan-penaklukan yang dilakukannya bukanlah akibat otomatis dari inspirasi yang diberikan Muhammad. Perluasan mungkin saja bisa terjadi, tetapi tidaklah akan sampai sebesar itu kalau saja tanpa kepemimpinan `Umar yang brilian.

Memang akan merupakan kejutan --buat orang Barat yang tidak begitu mengenal `Umar-- membaca penempatan orang ini lebih tinggi dari pada orang-orang kenamaan seperti Charlemagne atau Julius Caesar dalam urutan daftar buku ini. Soalnya, penaklukan oleh bangsa Arab di bawah pimpinan `Umar lebih luas daerahnya dan lebih tahan lama dan lebih bermakna ketimbang apa yang diperbuat oleh Charlemagne maupun Julius Caesar.




--------------------------------------------------------------------------------
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat

Senin, 30 Maret 2015

Urutan ke-1 : NABI MUHAMMAD SAW (570 SM - 632 SM)



Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Urutan ke-1 : NABI MUHAMMAD SAW (570 SM - 632 SM)

Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.
Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.
Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.
Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.
Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.
Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.
Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.
Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.
Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.
Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.
Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.
Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.
Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.
Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.
Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan
Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.
Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.


Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat

Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah



Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
oleh Michael H. Hart

01. Nabi Muhammad
02. Isaac Newton
03 Nabi Isa
04. Buddha
05. Kong Hu Cu
06. St. Paul
07. Ts'ai Lun
08. Johann Gutenberg
09. Christopher Columbus
10. Albert Einstein
11. Karl Marx
12. Louis Pasteur
13. Galileo Galilei
14. Aristoteles
15. Lenin
16. Nabi Musa
17. Charles Darwin
18. Shih Huang Ti
19. Augustus Caesar
20. Mao Tse-Tung
21 Jengis Khan
22. Euclid
23. Martin Luther
24. Nicolaus Copernicus
25. James Watt
26. Constantine Yang Agung
27. George Washington
28. Michael Faraday
29. James Clerk Maxwell
30. Orville Wright & Wilbur Wright
31. Antone Laurent Lavoisier
32. Sigmund Freud
33. Alexander Yang Agung
34. Napoleon Bonaparte
35. Adolf Hitler
36. William Shakespeare
37. Adam Smith
38. Thomas Edison
39. Antony Van Leeuwenhoek
40. Plato
41. Guglielmo Marconi
42. Ludwig Van Beethoven
43. Werner Heisenberg
44. Alexander Graham Bell
45. Alexander Fleming
46. Simon Bolivar
47. Oliver Cromwell
48. John Locke
49. Michelangelo
50. Pope Urban II
51. Umar Ibn Al-Khattab
52. Asoka
53. St. Augustine
54. Max Planck
55. John Calvin
56. William T.G.Morton
57. William Harvey
58. Antoine Henri Becquerel
59. Gregor Mendel
60. Joseph Lister
61. Nikolaus August Otto
62. Louis Daguerre
63. Joseph Stalin
64. Rene Descartes
65. Julius Caesar
66. Francisco Pizarro
67. Hernando Cortes
68. Ratu Isabella I
69. William Sang Penakluk
70. Thomas Jefferson
71. Jean-Jacques Rousseau
72. Edward Jenner
73. Wilhelm Conrad Rontgen
74. Johann Sebastian Bach
75. Lao Tse
76. Enrico Fermi
77. Thomas Malthus
78. Francis Bacon
79. Voltaire
80. John F. Kennedy
81. Gregory Pincus
82. Sui Wen Ti
83. Mani
84. Vasco Da Gama
85. Charlemagne
86. Cyrus Yang Agung
87. Leonhard Euler
88. Niccolo Machiavelli
89. Zoroaster
90. Menes
91. Peter Yang Agung
92. Meng-Tse (Mencius)
93. John Dalton
94. Homer
95. Ratu Elizabeth I
96. Justinian I
97. Johannes Kepler
98. Pablo Picasso
99. Mahavira
100. Neils Bohr